Sebagai seorang mahasiswi yang menempuh kuliah di jurusan Psikologi, saya paling bosen ditanyain sama orang-orang "Bisa baca pikiran orang dong, Mbak?". Halo, kita kuliah di Psikologi bukan kuliah perdukunan. Kita calon Psikolog bukan calon dukun. Jadi, kita sebagai mahasiswa Psikologi tidak bisa membaca pikiran orang-orang.
"Tapi kok kebanyakan Psikolog bisa tau sih mbak sama apa yang saya pikirkan?". Iya, bisa dong. Karena kita sebagai anak psikologi mempelajari gejala-gejala atau tanda-tanda perilaku seseorang. Banyak kok buku-buku atau artikel yang membahas tentang hal tersebut di luar sana. Jadi, meskipun kalian bukan dari jurusan Psikologi masih bisa mempelajari tentang perilaku seseorang.
"Kalo gitu kenapa mbaknya mahal-mahal kuliah Psikologi kalo banyak yang jualan buku tentang psikologi dan bisa dipelajari otodidak?" Karena psikologi gak hanya mempelajari perilaku seseorang aja, karena psikologi jika dipelajari lebih dalam akan lebih banyak pengetahuan yang kita dapat, dan kita juga bisa "mengobati" permasalahan diri sendiri dan orang lain.
"Kebanyakan orang bilang, orang yang kuliah di Psikologi adalah rawat jalan ya?" Emang benar. Saya juga kuliah di psikologi karena rawat jalan. Iya, kita ingin memperbaiki perilaku kita, pola pikir kita dan menjadi individu yang lebih baik dan bijaksana.
Jika Anda belajar Psikologi, maka Anda akan jauh lebih bijaksana. Karena Anda dituntut untuk memahami orang lain dan sebisa mungkin tidak menyalahkan orang tersebut, tapi justru bersama-sama mencari alasan yang menyebabkan orang tersebut melakukan kesalahan dan mencari solusinya.
Karena itulah, banyak yang bilang psikologi adalah ilmu pemahaman.
-Bersambung-
Surabaya, 14 Agustus 2015
Prastya Wahyu Putri, S.Psi
Saya mau tanya, bagaimana caranya agar kita bisa tau dan paham perasaan orang lain disekitar kita? Trimakasih
BalasHapusTerima kasih atas pertanyaannya Mas Rosikhul Ilmi :)
HapusMemahami perasaan orang lain bukanlah perkara mudah, untuk bisa memahami perasaan orang lain kita harus menjadi orang yang memiliki sifat peka dan empati. Kita harus pintar-pintar memposisikan diri..
Hal-hal berikut yang biasanya saya lakukan untuk mencoba memahami perasaan orang lain :
1. Perhatikan mimik wajah.. Jika Anda sudah mengenal dengan baik seseorang, Anda akan lebih mudah untuk melihat perubahan mimik wajah yang terjadi.. Mimik wajah seseorang yang bahagia dengan yang sedih pasti sangat berbeda. Namun, sangat sulit untuk melihat mimik wajah seseorang yang berkepribadian Introvert, biasanya orang-orang Introvert sangat pintar menyembunyikan perasaannya. Dia bukan tipe orang yang ingin orang lain tau masalah apa yang terjadi pada dirinya. Untuk memahami orang Introvert, Anda harus benar-benar bisa menjadi orang yang dipercayainya.
2. Perhatikan intonasi bicaranya. Anda harus bisa membedakan intonasi ucapan marah, bahagia, kecewa, atau pura-pura bahagia.
3. Bertanyalah. Jika Anda merasakan sesuatu yang berbeda atau aneh dengan teman/pasangan Anda, jangan ragu2 untuk bertanya. Namun, jika Anda sudah bertanya tapi dia tidak menjawab, Anda tidak perlu memaksa. Karena tidak semua orang bisa dengan mudah menceritakan masalahnya.. Biasanya orang yang seperti itu memiliki kepribadian Introvert. Untuk memahami orang introvert, cukup jadi pendengar yang baik pada apa2 yang diceritakannya, biasanya mereka tidak butuh solusi, mereka hanya butuh didengarkan. Sekali orang Introvert menceritakan masalahnya pada Anda, berarti Anda adalah orang yang dipercayainya, jadi jangan sampai Anda mengecewakan mereka.
4. Langkah yang terakhir, cobalah Anda belajar memahami perasaan Anda sendiri. Jika Anda sudah paham dengan perasaan Anda sendiri, maka Anda bisa dengan mudah mengetahui perasaan orang lain dan bisa memposisikan diri Anda pada posisi orang lain.
Demikian penjelasan dari saya, semoga bisa menjawab pertanyaan Anda. Jika masih ada yang belum jelas, silahkan bertanya lagi :)