Jumat, 14 Agustus 2015

Apa sebenarnya yang dipelajari Psikologi?

Sebagai seorang mahasiswi yang menempuh kuliah di jurusan Psikologi, saya paling bosen ditanyain sama orang-orang "Bisa baca pikiran orang dong, Mbak?". Halo, kita kuliah di Psikologi bukan kuliah perdukunan. Kita calon Psikolog bukan calon dukun. Jadi, kita sebagai mahasiswa Psikologi tidak bisa membaca pikiran orang-orang.

"Tapi kok kebanyakan Psikolog bisa tau sih mbak sama apa yang saya pikirkan?". Iya, bisa dong. Karena kita sebagai anak psikologi mempelajari gejala-gejala atau tanda-tanda perilaku seseorang. Banyak kok buku-buku atau artikel yang membahas tentang hal tersebut di luar sana. Jadi, meskipun kalian bukan dari jurusan Psikologi masih bisa mempelajari tentang perilaku seseorang.

"Kalo gitu kenapa mbaknya mahal-mahal kuliah Psikologi kalo banyak yang jualan buku tentang psikologi dan bisa dipelajari otodidak?" Karena psikologi gak hanya mempelajari perilaku seseorang aja, karena psikologi jika dipelajari lebih dalam akan lebih banyak pengetahuan yang kita dapat, dan kita juga bisa "mengobati" permasalahan diri sendiri dan orang lain.

"Kebanyakan orang bilang, orang yang kuliah di Psikologi adalah rawat jalan ya?" Emang benar. Saya juga kuliah di psikologi karena rawat jalan. Iya, kita ingin memperbaiki perilaku kita, pola pikir kita dan menjadi individu yang lebih baik dan bijaksana.

Jika Anda belajar Psikologi, maka Anda akan jauh lebih bijaksana. Karena Anda dituntut untuk memahami orang lain dan sebisa mungkin tidak menyalahkan orang tersebut, tapi justru bersama-sama mencari alasan yang menyebabkan orang tersebut melakukan kesalahan dan mencari solusinya.
Karena itulah, banyak yang bilang psikologi adalah ilmu pemahaman.


-Bersambung-




Surabaya, 14 Agustus 2015
Prastya Wahyu Putri, S.Psi